Museum Bank Indonesia
Museum
Bank Indonesia atau Bank Sentral Republik Indonesia merupakan museum yang
terletak di Kota Tua, Jakarta Barat. Area gedung MBI merupakan bekas cagar
budaya peninggalan De Javasche Bank yang dibangun pertama kali pada tahun 1828.
Museum ini menyajikan berbagai macam informasi tentang peran Bank Indonesia
pada masa itu dan perkembangannya. Museum Bank Indonesia diresmikan oleh
presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 Juli 2009.
Keberadaan museum ini tidak terlalu
jauh dari Stasiun Kota. Untuk ke tempat ini kita keluar melewati pintu utara
dari Stasiun Kota dan menyebrang dengan tangga bawah. Dari sana tinggal jalan
sedikit dan sampai di museum ini. MBI mempunyai gedung yang megah berwarna
putih. Mempunyai halaman yang cukup luas dan berada di pinggir jalan raya.
Saat
memasuki gedung ini kita akan melakukan pemeriksaan dengan alat metall detektor yang diawasi kurang
lebih ada 3 satpam. Sebelum menjelajah kedalam museum, membeli tiket terlebih
dahulu yang harganya Rp 5.000. Setelah membeli tiket lalu menitipkan barang dan
hanya membawa barang seperlunya saja. Di awal gedung, kita akan disambut dengan
patung-patung yang berada di pinggir kiri ruangan. Melewati patung, kita akan
memasuki sebuah ruangan yang tertutup dan gelap. Di sanalah merupakan tempat
yang sering dijadikan berfoto bagi yang berkunjung ke museum ini. Tempat gelap
yang dicahayai oleh gambar seperti bintang dan terdengar suara musik yang
menenangkan. Yang disayangkan adalah jika ingin berfoto ditempat ini tidak diizinkan
menyalakan flash kameranya, jadi
terlihat gelap saat difoto. Namun ini yang membuat ruangannya menjadi menarik.
Setelah
dari ruangan ini kita akan melihat sebuah lorong kayu yang mehubungankan dengan
ruangan selanjutnya. Di ruang selanjut terdapat gambar-gambar bersejarah
tentang bagaimana perkembangan uang di Indonesia. Setelah dari ruangan
tersebut, kita harus keluar ruangan melewati pintu yang terbuka disebelah kiri.
Sebelum memasuki ruangan yang lainnya, kita akan berjalan melalui lorong museum
yang merupakan pusat dari gedung museum ini. Banyak orang yang berfoto di lorong
ini karena memperlihatkan sebagian gedung yang indah.
Berjalan kelorong ini, kita akan
menemukan banyak pintu dan jendela. Saat memasuki ruangan rapat terdapat
beberapa patung besar yang duduk dan berdiri ditengah-tengah ruangan. Ruangan
ini mempunyai 3 lampu chandelier dan
2 kipas angin gantung yang terlihat menjadi klasik. Banyak beberapa ruangan
yang ditutup dan dihalangi oleh pembatas agar tidak boleh memasukinya. Memasuki
sebuah ruangan yang dibawahnya terdapat kotak kaca yang berisikan emas batangan
mempunyai tinggi hampir 1,5 meter. Diatas ruangan itu terdapat juga ruangan
yang berisikan uang dan dibawahnya adalah proses cetaknya beserta alat cetaknya.
Digedung ini juga terdapat ruangan untuk meeting ataupun event lainnya.
Jadi jangan malas untuk berkunjung
ke museum, karena museum sudah tidak terlalu membosankan dan banyak tempat untuk
berfoto yang instagramable. Selain menambah ilmu dengan berkunjung ke museum
juga menambah foto.
Komentar
Posting Komentar